Selasa, 01 Mei 2012

Pemeriksaan Leopold

Salah satu pemeriksaan yang dilakukan saat Ante Natal Care adalah pemeriksaan Leopold. Pemeriksaan ini terdiri dari 4 tindakan yang masing-masing dilakukan untuk mengetahui presentasi (kedudukan) bagian tubuh janin dalam uterus (rahim). Empat pemeriksaan Leopold tersebut adalah:


Leopold I
Bertujuan untuk menentukan usia kehamilan dan juga untuk mengetahui bagian janin apa yang terdapat di fundus uteri (bagian atas perut ibu).

Teknik pemeriksaan

§  Pemeriksa menghadap ke kepala pasien, gunakan ujung jari kedua tangan untuk meraba fundus.
 Mengetahui bagian janin apa yang terdapat di fundus uteri
§  Apabila kepala janin teraba di bagian fundus, yang akan teraba adalah keras,bundar dan melenting (seperti mudah digerakkan).
§  Apabila bokong janin teraba di bagian fundus, yang akan terasa adalah lunak, kurang bundar, dan kurang melenting.
§  Fundus kosong apabila posisi janin melintang pada rahim.
Menentukan usia kehamilan
§  Pada usia kehamilan 12 minggu, fundus dapat teraba 1-2 jari di atas simpisis. 
§  Pada usia kehamilan 16 minggu, fundus dapat teraba di antara simpisis dan pusat.
§  Pada usia kehamilan 20 minggu, fundus dapat teraba 3 jari di bawah pusat. 
§  Pada usia kehamilan 24 minggu, fundus dapat teraba tepat di pusat.
§  Pada usia kehamilan 28 minggu, fundus dapat teraba 3 jari di atas pusat.
§  Pada usia kehamilan 32 minggu, fundus dapat teraba di pertengahan antara prosesus xipoideus dan pusat.
§  Pada usia kehamilan 36 minggu, fundus dapat teraba 3 jari di bawah prosesus xipoideus.
§  Pada usia kehamilan 40 minggu, fundus dapat teraba di pertengahan antara prosesus xipoideus dan pusat. (Lakukan konfirmasi dengan wawancara dengan pasien untuk membedakan dengan usia kehamilan 32 minggu).
Leopold II

Bertujuan untuk menentukan di mana letak punggung ataupun  kaki janin pada kedua sisi perut ibu.



Teknik pemeriksaan 

§  menghadap ke kepala pasien, letakkan kedua tangan pada kedua sisi perut ibu, raba (palpasi) kedua bagian sisi perut ibu.
Menentukan di mana letak punggung ataupun  kaki janin pada kedua sisi perut ibu 
§  bagian punggung akan teraba jelas, rata, cembung, kaku/tidak dapat digerakkan.
§  bagian-bagian kecil (tangan dan kaki) akan teraba kecil, bentuk/posisi tidak jelas dan menonjol, kemungkinan teraba gerakan kaki janin secara aktif maupun pasif.

Leopold III
Bertujuan untuk menentukan bagian janin apa (kepala atau bokong) yang terdapat di bagian bawah perut ibu, serta apakah bagian janin tersebut sudah menyentuh pintu atas panggul.


Teknik pemeriksaan 

§  Pemeriksa hanya menggunakan satu tangan. (Lihat gambar!)
§  Bagian yang teraba, bisa kepala, bisa juga bokong (Lihat Leopold I!)
§  Cobalah apakah bagian yang teraba itu masih dapat digerakkan atau tidak. Apabila tidak dapat digoyangkan, maka janin sudah menyentuh pintu atas panggul.

Leopold IV
Bertujuan untuk mengkonfirmasi ulang bagian janin apa yang terdapat di bagian bawah perut ibu, serta untuk mengetahui seberapa jauh bagian bawah janin telah memasuki pintu atas panggul.


Teknik pemeriksaan

§  pemeriksa menghadap kaki pasien
§  dengan kedua tangan ditentukan bagian janin apa (bokongkah atau kepalakah?) yang terletak di bagian bawah perut ibu.
Mengetahui seberapa jauh bagian bawah janin telah memasuki pintu atas panggul
1.        Konvergen (jari-jari kedua tangan bertemu), berarti baru sedikit janin memasuki pintu atas panggul. 
2.   Divergen (jarak antara kedua jari pemeriksa jauh), janin (kepala janin) telah banyak memasuki pintu atas panggul).
3.   Sejajar (jarak tangan pemeriksa sejajar), kepala janin setengahnya masuk ke pintu atas panggul.
  Selain pemeriksaan Leopold kita juga wajib mengkaji adakah ciri-ciri anemia yang terdapat di konjungtiva, di hidung apakah ada epitaksis dan di mulut apakah ada ginggivitis. 


Minggu, 18 Maret 2012

Pengaruh pendapatan perkapita terhadap tingkat kematian bayi

Pendapatan perkapita adalah besarnya pendapatan rata-rata penduduk disuatu negara. Pendapatan perkapita didapatkan dari hasil pembagian pendapatan nasional suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut. Pendapatan Perkapita juga merefleksikan PDB per kapita.
Pendapatan perkapita sering digunakan sebagai tolak ukur kemakmuran dan tingkat pembangunan sebuah negara; semakin besar pendapatan perkapitanya, semakin makmur negra tersebut. Pendapatan perkapita juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi seberapa besar atau rendahnya tingkat kematian bayi. Berikut akan disajikan Tabel pengaruh pendapatan terhadap kematian bayi.

No Provinsi 1990 1994 1997 1999 2003 2007
1 Sumatra Utara 61 61 45 41 42 46
2 Sumatra Barat 74 68 66 48 48 47
3 DKI Jakarta 40 30 26 24 35 28
4 Jawa Tengah 65 51 45 36 36 26
5 Kalimantan Timur 58 61 51 33 42 26
6 Sulawesi Selatan 70 64 63 36 47 41
7 Bali 51 58 40 31 14 34
8 Nusa Tenggara Barat 145 110 111 81 74 72
9 Maluku 76 68 30 40 na 59
10 Papua 80 61 64 52 na 36

Dari tabel diatas bisa kita contohkan pada tahun 2007 dibeberapa provinsi tingkat angka kematian bayi masih tinggi, kita bisa lihat melalui grafik berikut :

Kamis, 15 Maret 2012

Leaflet Stroke for Download

A. PENGERTIAN
Stroke adalah adanya beberapa kelainan otak baik secara fungsional maupun struktural yang disebabkan oleh keadaan patologis dari seluruh system pembuluh darah otak. Patologis pembuluh darah bisa karena adanya robekan atau penyumbatan sebagian /seluruh lumen.

B. Penyebab Stroke
  • Hipertensi/ darah tinggi
  • Diabetes Melitus
  • Obesitas/Kegemukan
  • Pola aktivitas yang kurang baik
  • Perikok atau Peminum alkohol
  • Hiperkolesterol
  • Trauma kepala
Kelanjutan dari materi ini bisa anda dapatkan melalui media leaflet yang telah saya buat, untuk mendownloadnya anda bila KLIK DISINI
Untuk melihat Video tentang stroke liat dibawah ini :

Selasa, 13 Maret 2012

Batu Ginjal





Batu Ginjal Adalah massa keras menyerupai "batu" yang terbentuk disepanjang saluran kemih dan bisa menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih, atau infeksi.

 
Gejalanya adalah : 

1. Nyeri perut bagian bawah sampai dengan punggung
2. Nyeri hebat yang hilang timbul
3. Mual muntah
4. Perut menggelembung
5. Demam dan menggigil
6. Buang air kecil disertai darah


Cara pencegahannya adalah : 

1. Dianjurkan  untuk minum banyak air putih (8-10 gelas/hari)
2. Diet rendah kalsium. Kurangi konsumsi makanan seperti telur, susu, dll.
3. Banyak mengkonsumsi putih telur
4. Kurangi makanan yang banyak mengandung oksalat seperti bayam, kangkung kembang kol, coklat  kacang-kacangan dan teh
5. Mengurangi asupan daging dan dianjurkan mengkonsumsi semangka
6. Perhatikan kesehatan gigi


Senin, 12 Maret 2012

Seputar Jantung

            Jantung terletak di dalam rongga mediastinum, yaitu diantara kedua paru paru dan agak condong ke sisi kiri (pada orang dewasa). Bagian dasar terbentang setinggi intercosta ke 2 + 3 cm dari sternum dan bagian puncak (apex) berada setinggi 5-6 kiri, panjang + 12 cm, lebar + 9 cm, berat jantung sekitar 250-300 gram yang dibungkus oleh selaput tipis elastis disebut pericardium. Pericardium terdiri dari 2 lapisan sebelah dalam disebut pericardim viceral yang mempunyai hubungan langsung dengan permukaan jantung, dan lapisan luar disebut varietal yang bagian depan menempel pada diagfragma. Berikut gambar anatomi jantung : 


           Diantara dua lapisan pericardium terdapat sedikit cairan yang berfungsi sebagai lubrikasi ytaitu mengurangi gerakan gesekan yang menyebabkan gerakan memompa dari jantung itu sendiri. Jantung terdiri dari tiga lapisan yaitu : epikardium, miokardium dan endokardium.
Faktor-faktor penyakit jantung :
  1. Hipertensi dapat memperberat kadar kolesterol darah
  2. Merokok, yang dapat merubah metabolisme kolesterol
  3. Tingginya kadar kolesterol yang dipengaruhoi oleh asupan lemak
  4. Obesitas, merupakan faktor penyakit jantung. Obesitas berhubungan dengan kadar kolesterol dan tekana darah











Gambar diambil di : images.google.co.id, setelah selesai dibuat>klik tombol terbitkan entri